Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Tradisi Unik Orang Minang Yang Turun Temurun Wajib Diulik

7 Tradisi Unik Orang Minang yang Wajib Diulik berikut ini merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat. Wilayah ini memiliki nama lengkap Minangkabau, daerah yang terkenal dengan cerita Siti Nurbaya. Konon, cerita ini diterbitkan pada tahun 1922 oleh salah satu perusahaan penerbit nasional milik Hindia Belanda.

Buku tersebut mengisahkan tentang rasa cinta Siti Nurbaya yang terhalang oleh seseorang benama Datuk Maringgih. Saking melegendanya kisah ini, hampir setiap tahun diselenggarakan sebuah even Festival Siti Nurbaya oleh masyarakat setempat. Tak hanya event tersebut, masih banyak tradisi lain yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Tradisi Unik Minang Yang Memesona

Membicarakan budaya Indonesia memang seolah tidak ada habisnya, selalu ada hal-hal unik dan menarik yang dapat digali lebih mendalam. Salah satu tradisi yang masih terjaga dan dilestarikan dengan baik, yaitu tradisi unik Minang. Berikut beberapa tradisi unik tersebut yang dirangkum dari beberapa sumber:

1. Makan Barapak
Makan Barapak atau Makan Bajamba adalah sebuah tradisi makan bersama-sama yang diselenggarakan di suatu tempat. Biasanya, acara ini dilaksanakan untuk memeringati hari besar Islam, upacara adat, maupun acara penting yang lain. Menurut sejarah, tradisi Makan Barapak tersebut masuk ke tanah Minang pada abad 7, sehingga penyelenggaraannya sesuai syarat Islam.

2. Upacara Turun Mandi
Tradisi unik Minang yang tak kalah menarik, yaitu upacara turun mandi. Tradisi ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur keluarga atas kelahiran seorang bayi dengan memandikannya di sungai atau batang aia. Prosesi ini digelar dengan arak-arakan, sesuai dengan tujuan pelaksaan, yaitu memperkenalkan bayi kepada masyarakat.

Ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan sebelum menggelar acara tersebut, salah satunya hari pelaksanaan. Jika bayi laki-laki, maka pelaksanannya di tanggal ganjil. Sementara bayi perempuan pada tanggal genap. Selain itu, ada juga beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan, seperti batiah bareh badulang (beras goreng), sigi kain buruak, dan lain-lain. 

3. Tradisi Unik Minang Balimau
Meski sama-sama mandi, Tradisi unik Minang Turun Mandi dan Balimau jelaslah berbeda. Sebab, tradisi Balimau hanya diselenggarakan saat menjelang bulan Ramadhan saja dengan tujuan untuk membersihkan diri. Meski ada pro dan kontra di masyarakat, tetapi sampai hari ini acara tersebut tetap diselenggarakan.

Dulu, acara Balimau diartikan sebagai mandi dengan air limau, lalu dicampur dengan bunga kenanga, daun pandan, serta tanaman gambelu. Namun, seiring perkembangan zaman, acara balimau ini mengalami sedikit pergeseran. Tradisi Balimau sekarang dimaknai dengan bepergian ke tempat-tempat pemandian, sebelum Ramadhan tiba.

4. Batagak Kudo-kudo
Batagak Kudo-kudo adalah salah satu dari rangkaian panjang dari tradisi unik Minang dalam prosesi membangun rumah. Sesuai dengan namanya, tradisi ini diselenggarakan saat rumah akan dipasangi kuda-kuda. Acaranya sendiri mirip dengan tasyakuran, karena mengundang sanak saudara dan tetangga. Para tamu undangan pun datang dengan membawa hadiah berupa bahan bangunan, seperti seng, genteng, dan lain-lain.

5. Batagak Pangulu
Suku Minang hidup secara berkaum dan bersuku, di mana setiap suku tersebut memiliki Datuak atau penghulu suku. Batagak Pangulu sendiri merupakan sebuah acara yang diselenggarakan saat ada pengangkatan Datuak baru. Upacara besar ini diadakan selama berhari-hari dengan menyembelih kerbau. 

6. Pacu Jawi
Pernah melihat acara karapan sapi? Sumatera Barat juga memiliki tradisi yang serupa, yaitu Pacu Jawi. Namun, tradisi unik Minang ini sedikit berbeda dengan karapan sapi yang ada di Madura. Sebab, di kecamatan Pariangan, Rambatan, Limo Kaum, atau Sungai Tarab karapan sapi ini diadakan di sawah yang masih basah serta berlumpur.

Ada satu perbedaan lagi yang menjadikan Pacu Jawi sangat unik, yaitu alat yang digunakan untuk memacu sapi berlari. Alat tersebut bukanlah berupa tongkat, tetapi para joki akan menggigit ekor sapi. Selain Pacu Jawi, ada juga Pacu Itiak yang diadakan di beberapa wilayah di Sumatera Barat. Perbedaannya terletak pada binatang yang dilombakan, yaitu itik.

7. Tabuik
Tabuik adalah sebuah acara besar Pariaman dalam rangka memeringati hari meninggalnya cucu Nabi Muhammad yang bernama Hasan dan Husein. Acara tersebut berlangsung selama berhari-hari dengan puncak acara bertajuk ‘Hoyak Tabuik’ yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Tradisi unik Minang menjadi agenda wajib bagi warga Pariaman dengan penonton yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Bagaimana, tertarik untuk melihat secara langsung tradisi unik Minang di atas? Catat saja waktu-waktu pelaksanaannya, lalu tinggal sesuaikan dengan jadwal penerbangan. Tidak akan ada kata menyesal untuk menjelajah setiap jengkal Indonesia.
Cindri Yanto
Cindri Yanto Hanya seorang hamba tuhan yang ingin bermanfaat bagi orang lain